Jumat, 30 November 2012

Teman yang Baik

Assalamualaikum...
Sudah cukup lama rasanya penulis tidak mengupdate tulisan di blog ini. Maklum, penulis disibukkan dengan ujian pra-UN.
Dan pada postingan kali ini penulis akan menyampaikan sebuah kutipan yang baru saja penulis dapatkan. Bunyinya seperti ini :
          "Teman yang baik itu sebenarnya bukanlah teman yang datang di saat kita sedang dalam keadaan sedih, justru teman yang baik itu adalah teman yang datang di saat kita bahagia. Kenapa? Coba kita pikirkan, lebih baik mana : ketika kita dirundung kesedihan, banyak teman kita yang mencoba menghibur kita atau ketika kita sedang bahagia tapi tidak ada teman yang ikut merasakan kebahagiaan itu bersama kita?" _HitamPutih_

    Menurut penulis, kutipan itu cukup menarik dan mungkin ada benarnya juga. Selama ini kita selalu berpikir bahwa teman atau sahabat yang baik itu adalah mereka yang datang menghibur kita disaat kita sedih. Atau katakanlah dia selalu ada untuk kita di saat suka maupun duka. Akan tetapi, menurut penulis sahabat yang baik itu justru akan datang di saat kita bahagia, dan membiarkan kita sendiri di saat sedang bersedih. Hal ini membuktikan bahwa dia peduli kepada kita, yaitu dengan mengajarkan kita untuk bersikap lebih mandiri dan tegar dalam menghadapi apapun, karena masalah apapun pasti ada jalan keluarnya. Hal ini bukan berarti dia tega membiarkan kita sendiri dan tidak peduli, tetapi lebih kepada dia mengerti : tidak semua orang ingin diganggu ketika sedang bersedih. Ada kalanya seseorang itu butuh waktu untuk sendiri di kala sedih menghampirinya.

     Sebagai perbandingan, lebih baik mana:
1. Ketika kita bersedih, banyak teman yang datang ke rumah kita untuk ikut berbelasungkawa. Tetapi, ketika kita berulangtahun, tak ada satupun yang datang memberikan kejutan ataupun merayakannya. Kita terpaksa merayakan sendirian
2. Ketika kita bersedih, sedikit -atau tidak ada- teman yang datang menghibur kita. Tetapi, pada saat kita berulangtahun, mereka datang memberikan kita kejutan dan ikut merayakan kegembiraan bersama kita.

     Penulis pribadi lebih memilih situasi ke-2 karena kalimat ini :
Tebarkanlah kebahagiaan bersama orang-orang yang kau sayang dan orang-orang yang menyayangimu, dan Simpanlah kesedihanmu sedalam-dalamnya, jangan sampai mereka mengetahui dan ikut merasakan kesedihanmu....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar